Monday, 5 March 2018

Penganiayaan Guru di Sampang, Siswa Pukul Korban hingga Tersungkur

KONTRIBUTOR PAMEKASAN, TAUFIQURRAHMANKompas.com - 02/02/2018, 15:44 WIB  Olah TKP peristiwa penganiayaan guru SMAN 1 Torjun Sampang digelar tertutup dan hanya diikuti jajaran Reskrim Polres Sampang, Jawa Timur, Jumat (2/2/2018).(KOMPAS.com/Taufiqurrahman )SAMPANG, KOMPAS.com — Olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus siswa menganiaya gurunya, Ahmad Budi Cahyono, hingga meninggal dunia dilakukan tertutup. Olah TKP digelar di SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (2/2/2018).Sejumlah media dilarang melihat jalannya olah TKP dari dekat. Media hanya diberikan kesempatan melihat dari jarak 20 meter.Olah TKP dihadiri Kepala Polres Sampang Ajun Komiaris Besar Budi Wardiman. Budi enggan menjelaskan rinci peristiwa penganiayaan yang dilakukan  siswa berinisial HI terhadap Ahmad Budi Cahyono, Kamis (1/2/2018)."Saya hanya memantau proses olah TKP dan koordinasi dengan pihak sekolah," ujar Budi Wardiman.Wardiman menambahkan, kronologi lengkap peristiwa penganiayaan akan disampaikan setelah gelar perkara."Sabar ya, nanti kalau sudah gelar perkara akan disampaikan kepada media," imbuhnya.Pantauan di lokasi, pelaku, yang diperankan oleh orang lain, menganiaya korban dengan memukul korban dari depan dua kali.Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan. Keluarga pelaku mengelak pelaku dijemput di rumahnya, melainkan diantar sendiri ke Polres Sampang."Saya sendiri yang mengantar ke Polres Sampang. Kalau ada polisi ke rumah pelaku, mungkin kita tidak berpapasan di jalan," kata Su'ud, kakak kandung pelaku.


Pendapat saya: Seharusnya orangtua lebih memperhatikan pergaulan anaknya

Sumber:TribunNews





Aniaya Bocah SD, Polisi Tangkap Tiga Perempuan di Kuningan dan Kemayoran

Sabtu, 3 Februari 2018 19:51 WIB

Tribunnews.com
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga perempuan diamankan oleh unit V Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan pada anak SD inisial B (8) yang videonya viral di media sosial.
Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu mengatakan ketiga perempuan ini ditangkap di dua tempat yakni di Kuningan, Jawa Barat dan Kemayoran, Jakarta Pusat.
"‎Dua orang yang ditangkap di Desa Cikubangsari Kecamatan Kramat Mulya Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yakni M dan S. Lalu yang di Kemayoran inisial LS, warga Pondok Ungu Bekasi Barat," ucap Roberto dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (3/2/2018).

Roberto melanjutkan, M (Mariyam) merupakan ibu dari korban, B.
Sementara dua lainnya juga ikut diamankan karena diduga terlibat dalam kekerasan fisik terhadap anak, penculikan, perlakuan salah, penelantaran terhadap anak, perdagangan anak dan eksploitasi terhadap anak.
Kini, ketiga perempuan itu sudah berada di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif termasuk mendalami motif dilakukannya kekerasan pada korban.
‎Diketahui, peristiwa penganiayaan diawali dari beredarnya video anak SD inisial B yang mengaku dianiaya.
Hal tersebut terungkap karena guru dari B mengintrograsi, dan menanyakan luka lebam di bawah matanya.
Lanjut guru tersebut juga membuka seragam sekolah B. Mengejutkan karena ditemukan sejumlah bekas luka di sekujur tubuhnya.
Dalam kasus ini, kepolisian juga bekerja sama dengan KPAI terutama fokus pada trauma healing yang dialami korban.

Pendapat saya: seharusnya orangtua lebih megawasi anak anaknya

Sumber:TribunNews

No comments:

Post a Comment